Membangun Repository Debian

Author: · Published: February 27, 2007 · Category: Linux Aplikasi 

Salah satu daya tarik distro Linux adalah manajemen paket yang baik. Dengan kata lain, Anda tidak perlu lagi bermain-main dengan proses kompilasi yang terkadang cukup makan hati. Sistem GNU/Linux yang terbuka menyebabkan para developer cenderung bergantung pada suatu pustaka yang telah matang daripada membuat pustaka baru dengan fungsi serupa. Ketergantungan ini tentunya berujung juga pada saling ketergantungan antara paket-paket distro.

Andaikata program A membutuhkan pustaka B, maka pustaka B sendiri harus telah terinstalasi di sistem agar program A dapat diinstalasi dan bekerja dengan baik. Dalam praktiknya, terkadang suatu program tidak hanya membutuhkan satu atau dua pustaka lain. Bisa saja, katakanlah, program A tergantung pada program C, sekaligus tergantung pada pustaka B dan 10 pustaka lainnya. Sementara program C sendiri bergantung pada beberapa pustaka yang lain. Apabila urutan instalasi harus diperhatikan, maka tentunya Anda harus menginstalasi semua pustaka yang dibutuhkan oleh C, kemudian program C, kemudian semua pustaka yang dibutuhkan oleh A dan barulah A sendiri dapat diinstalasi. Itu pun kalau tidak ada konflik antarpaket. Bayangkan betapa rumitnya hidup Anda.

Download Tulisan Lengkap: noprianto-debian.zip

Related Articles

  1. Red Hat ala Debian
  2. Belajar Membuat Login Sendiri
  3. Shared Library di Linux
  4. Membangun Manajemen Modul Kernel yang Ramah
  5. Membangun Lokal DNS Server Menggunakan BIND
  6. Membangun Personal Linux Assistant Sendiri
  7. Front End untuk Program File
  8. Mengamati Log Sistem
  9. Distro Mini dan Peta Dunia
  10. Instalasi Paket OpenSource di Linux