Etika, Etika, Etika
Author: Administrator · Published: February 28, 2007 · Category: Manajemen dan Kebijakan TI
Jika di dunia nyata kita dianggap sebagai negara yang termasuk tinggi tingkat korupsi dan pelanggaran hukumnya, maka di dunia maya ternyata tidak jauh berbeda. Baru-baru ini dilaporkan bahwa kejahatan (fraud) yang dilakukan oleh pengguna Internet Indonesia menduduki nomor satu dari segi persentase (yaitu perbandingan jumlah transaksi palsu dan transaksi benar) dan nomor tiga dari segi volume transaksi. Lepas dari akurat atau tidaknya laporan ini, hasil ini sungguh sangat menyedihkan. Bagaimana kita berubah dari bangsa yang ramah-tamah menjadi bangsa maling? Dugaan saya hal ini terkait dengan etika. Ketika negara lain menjadi target dari pekerjaan outsourcing IT, Indonesia tidak dilirik. Padahal negara seperti Vietnam mulai mendapat perhatian. Salah satu alasan untuk tidak memilih Indonesia adalah persepsi rendahnya etos kerja orang Indonesia. Misalnya, jam masuk kantor adalah jam 8 pagi, tapi banyak orang datang terlambat. Kemudian waktu pulang kantor adalah jam 5 sore, akan tetapi jam 4 sudah titip kartu absensi ke kawan dan pulang duluan. Lagi-lagi etika. Apakah hanya sekedar persepsi ataukah memang ini fakta? Seharusnya kita memahami etika. Sayangnya, asumsi kita salah. Yang seharusnya terjadi, tidak terjadi. Kita belum memahami etika. Lebih jauh lagi karena kita merasa bahwa kita sudah memahami etika maka dia tidak diajarkan, menjadikan kita lebih buruk lagi. Selain tidak tahu, ada juga kondisi di mana orang lupa. Untuk itu izinkanlah saya membahas masalah etika dalam majalah yang bernuansa teknik komputer ini. Dalam kuliah (teknis) yang saya ajarkan di kampus pun saya menyisipkan topik etika. Kita banyak belajar dengan cara meniru apa yang dilakukan orang lain, tanpa mengetahui bahwa itu benar atau tidak. Dalam dunia social engineering hal ini dikenal dengan istilah social validation atau pembenaran. Sebagai contoh, kita (mungkin) tahu menggunakan kartu kredit milik orang lain adalah perbuatan yang tidak benar. Akan tetapi bila banyak orang melakukannya, tidak mendapat teguran, dan bahkan mendapat pujian, maka pengguna baru akan menganggap bahwa ini merupakan hal yang lumrah dan bahkan menimbulkan minat.
Download Tulisan Lngkap: budi-etika.zip
Related Articles
- Etika Pengutipan Karya Orang Lain
- Hukum dan Dunia Cyber
- Perlukah Sekolah Ilmu Komputer?
- Arsitektur Internet Banking
- Spiralisasi Pengetahuan: Teknik Menghidupkan Pengetahuan Kita
- Akademisi Tak Perlu Rebutan Pepesan Kosong
- Psikologis Trading Valas
- Mengapa Memiliki Kebijakan Open Source?
- Mari Menyampah di Internet
- Open Source = Cut Budget?
- Menaklukkan Keylogger, Software Pencuri Password
- Linux pada Desktop Anda: Multimedia
- Surrogate Key
- Membuat Password pada Pencetakan di Microsoft Word
- Tragedy of the commons Spektrum 2,4 GHz
- Perang Dokumen Secara TETE
- Membangun Blog Sendiri dengan Domain dan Hosting Gratis
- Mengenal Data Warehouse
- Mengenal Data Warehouse
- Miskin Kok Boros!

