GNU/Hurd
Author: Administrator · Published: February 28, 2007 · Category: Linux Dasar dan Opensource
Majalah InfoLINUX ini dikhususkan untuk membahas sistem operasi Linux. Tapi, saya rasa tidak ada salahnya jika saya bercerita tentang sistem operasi GNU/Hurd karena dia “agak sealiran” dengan Linux, yaitu samasama bebas (free). GNU/Hurd merupakan sistem operasi impian dari Richard Stallman, pendiri Free Software Foundation, yang menghasilkan banyak peranti lunak yang menggunakan nama GNU. Stallman menginginkan adanya sistem operasi komplit yang bebas (free). Dia memulai dengan berbagai tools dahulu, seperti penyunting (editor) emacs, C compiler gcc, dan seterusnya. Jika kita lihat situs GNU.org, maka bisa kita lihat tools-tools yang dihasilkan dengan pendekatan ini. Namun, salah satu komponen dari sistem operasi tersebut masih belum ada, yaitu “kernel”. Kernel merupakan bagian dari sistem operasi yang melakukan pengalokasian resources dan merupakan jembatan low-level dengan peranti keras.
Dalam rangka pencarian kernel, diputuskan untuk menggunakan Mach microkernel yang memiliki banyak keuntungan (silakan lihat di web GNU/ Hurd). Namun, ternyata pemilihan ini juga membawa masalah. Perkembangan dari implementasi Mach ini ternyata lambat. Sampai saat ini (belasan tahun, bahkan mungkin sudah lewat dari dua puluh tahun) GNU/Hurd ini belum stabil juga. Ukuran partisi disk paling besar yang didukung GNU/Hurd baru 2Gbytes. Hal ini masih sering menjadi bulan-bulanan orang terhadap GNU/Hurd. Bahkan banyak pendukung (bahkan pakar) Linux yang mencemoohkan dan mempertanyakan manfaatnya dari GNU/Hurd ini. Bagi saya hal ini sama ketika Linux baru mulai dan dicemooh oleh pendukung BSD.
Di tengah perjalanan pencarian kernel oleh GNU ini, kernel Linux mulai dikembangkan oleh Linus Torvalds. Kernel ini mengisi kekosongan yang dibutuhkan oleh GNU. Kemudian mulailah kernel ini didukung melalui proyek Debian Linux. Perlu diingat bahwa Linux adalah kernel. Tanpa tools lain yang dikembangan oleh GNU (seperti gcc, binutils, dan lain-lain) tidak ada sistem operasi yang komplit seperti sekarang ini. Itulah sebabnya Richard Stallman bersikeras bahwa nama yang tepat untuk sistem operasi yang berbasis Linux ini bukan sekadar “Linux” akan tetapi “GNU/Linux”.
Download Tulisan Lengkap: budi-gnu.zip
Related Articles
- GNU/Linux Bukan Linux!
- Richard Stallman
- Memahami /etc/sysconfig
- Mengenal Device dan Module
- Manajemen Proses dan Memori di Linux
- Bug Kernel, Siapa Takut?
- Kompilasi Kernel ala Debian
- Mengenal User Mode Linux : Kernel dalam Kernel
- Mengamankan Server Linux dengan LIDS
- Mengcompile dan Menginstal Kernel Linux
- Pengantar Linux
- Persaingan Sistem Operasi
- Mengawasi Sistem Linux dengan Syscalltracker
- Menjalankan Linux Tanpa Instalasi
- Meningkatkan Kinerja Multimedia dengan Tuning Kernel
- Tips Mencegah Server Linux dari IP Spoofing, Flooding dan Rootkit
- Boot Process
- Linux Sistem Operasi Masa Depan
- Robot-robot yang Lucu
- Sejarah Linux

