Open Source = Cut Budget?

Author: · Published: March 28, 2007 · Category: Linux Aplikasi 

Akhir bulan Agustus 2004 yang lalu, gubernur California, Arnold Schwarzenegger yang dikenal sebagai Terminator membuat satu pernyataan yang cukup kontroversi, yaitu menghimbau seluruh jajarannya untuk memotong anggaran belanja negara dengan menggunakan program open source. Itu berartimenghentikan dukungannya terhadap Microsoft, mengikuti beberapa negara bagian Amerika yang sudah sejak beberapa lama membentuk Government Open Code Collaborative Repository (http://www.gocc.gov).

Indonesia juga tidak kalah dengan gerakan Mr. Terminator tersebut, karena satu bulan sebelumnya, yaitu pada 1 Juli 2004, lima menteri di pemerintahan Megawati yaitu Menteri Negara Riset dan Teknologi, Menteri Negara Komunikasi dan Informasi, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Menteri Kehakiman dan HAM, serta Menteri Pendidikan Nasional secara resmimenyatakan akan menggalakkan penggunaan standar software terbuka melalui gerakan Indonesia Go Open Source (IGOS) yang konon dapat menghemat belanja sampai 20 triliun rupiah.

Kalau melihat kenyataan yang terjadi, sebetulnya sudah sangat jelas bahwa konsep open source ini sudah diplesetin dari sasaran utamanya, yaitu kebersamaan untuk mengembangkan satu sistem. Karena dari dua kasus di atas terlihat bahwa penggunaan program open source hanya untuk pengencangan ikat pinggang karena dana terbatas.

sumber: InfoLinux 10/2004

Download Tulisan Lengkap: michael-opensource.zip

Related Articles

  1. Mengapa Memiliki Kebijakan Open Source?
  2. Open Source dan Bisnis Modelnya
  3. Linux dan Bisnis Model Open Source
  4. Indonesia Cyber Society
  5. Berapa Jumlah SDM Open Source Kita?
  6. Akademisi Tak Perlu Rebutan Pepesan Kosong
  7. ATutor, CMS untuk Online Learning
  8. Di Persimpangan Jalan Masa Depan TI
  9. Mengenal Operating System untuk Mobile Devices
  10. Perang Dokumen Secara TETE