Penerapan “Creating Knowledge” Menjadi Model “The Knowing Organization”: Studi Kasus PDII-LIPI

Author: · Published: December 26, 2007 · Category: Knowledge Management 

Administrator

Sejak Dr. Karl Wiig menggunakannya dalam pidato di International Labor Organization (ILO) di tahun 1986, istilah Knowledge Management (KM) terus menjadi pusat perhatian banyak disiplin. Penerapan prinsip-prinsipnya oleh perusahaan besar multinasional semacam IBM dan Price Waterhouse (sekarang ditambahi Cooper), yang membawa KM secara spesifik ke bidang niaga. Tulisan Nonaka dan Takeuchi di Harvard Business Review tahun 1991 mengukuhkan KM sebagai bidang studi niaga dan manajemen. Sejak 1996, setelah konferensi KM pertama di tahun 1994, bidang studi ini menjadi semacam silang-kaji teknologi informasi (terutama artificial intelligence dan database), manajemen (terutama organizational change), dan ekonomi.

Dalam pengembangan “Organizational Knowledge Management Systems” (OKMS) , memerlukan empat fungsi yaitu : using knowledge, finding knowledge, creating knowledge, and packaging knowledge ? yang akan membentuk suatu pengetahuan untuk menjawab pertanyaan mengenai know-how, know-what, dan know-why, serta menumbuhkan kreatifitas yang ditumbuhkan oleh dirinya sendiri (self-motivated creativity), tacit pribadi (personal tacit), tacit yang membudaya (culture tacit), tacit organisasi (organizational tacit) dan asset peraturan (regulatory assests).

Pada kajian tahun kedua ini diharapkan keempat fungsi tersebut diatas sudah dapat diimplementasikan di PDII-LIPI terutama terfokus pada model “creating knowledge“ untuk membangun OKMS (organizational knowledge management systems) mungkin saat ini baru using information maka perlu transformasi ke using knowledge seperti simulasi dengan (computer-mediated collaboration) melalui intranet atau web blog; electronic task management; messaging and groups discussion,etc.

Download Tulisan Lengkap: bse-rdkm.zip

Related Articles

    None Found