Spiralisasi Pengetahuan: Teknik Menghidupkan Pengetahuan Kita

Author: · Published: January 2, 2009 · Category: Knowledge Management 

Romi Satria Wahono

Teringat tujuh tahun yang lalu, ketika pertama kali mendapat kesempatan arubaito (part time) sebagai programmer di beberapa perusahaan di Jepang. Yang terpikirkan adalah keuntungan materi dan pengalaman yang akan saya dapat. Waktu terus berjalan, perusahaan demi perusahaan saya hampiri, pengalaman demi pengalaman saya dapatkan. Dari menjadi seorang sistem engineer, network administrator, programmer, lecturer, sampai konsultan pun sudah pernah saya jalani.

Dan tanpa saya sadari, ternyata ada satu hal penting yang telah saya lupakan. Pengalaman dan pengetahuan yang saya lalui, juga know-how yang saya kuasai, sebenarnya belumlah menjadi pengetahuan yang benar-benar berguna. Atau dengan kata lain, saya belum “menghidupkan” pengetahuan yang saya miliki secara berkesinambungan untuk diri sendiri, dan juga dalam kemasan pengetahuan yang bisa mencerahkan orang lain. Jadi saya belum mengubahnya menjadi sesutu yang bermanfaat secara luas.

Suatu pengetahuan untuk bisa menjadi “lebih hidup” dan bermanfaat secara luas harus melewati fase “pengubahan”, atau Ikujiro Nonaka dan Hirotake Takeuchi menyebutnya sebagai suatu dalam proses knowledge spiral. Saya sendiri lebih senang menyebut proses itu dengan spiralisasi pengetahuan. Dan inilah ternyata hal penting yang tidak saya lakukan. Saya terlupa untuk mengadakan spiralisasi pengetahuan yang akarnya terbagi menjadi empat.

Download Tulisan Lengkap: romi-spiralisasipengetahuan.zip

Related Articles

    None Found