Open Journal Systems: Solusi Pengelolaan Jurnal Ilmiah

Jika bahasa tertulis adalah penanda peradaban sebuah bangsa. Maka publikasi ilmiah adalah tanda kemajuan olah pikirnya. Namun, rasio publikasi ilmiah per akademisi Indonesia yang masih sangat rendah, tak serta-merta menandakan rendahnya output olah pikir bangsa ini. Tentu patut kita sayangkan ketika faktor ekonomislah yang membuat ciut nyali para pengelola publikasi ilmiah yang berakibat lambannya perkembangan dunia akademis Indonesia. Kini universitas, pusat studi, atau lembaga riset yang ingin menerbitkan publikasi ilmiah dengan efisien bisa menggunakan Open Journal Systems sebagai salah satu alternatif terbaik.

Open Journal Systems atau OJS adalah sebuah sistem manajeman konten berbasis web yang khusus dibuat untuk menangani keseluruhan proses manajemen publikasi ilmiah dari proses call for paper, peer review, hingga penerbitan dalam bentuk on-line. OJS dikeluarkan oleh Public Knowledge Project dari Simon Fraser University dan berlisensi GNU General Public License. OJS memudahkan peran pengelola jurnal, editor, reviewer, penulis, dan pembaca.

Download Tulisan Lengkap: zuchri-ojs-solusi-pengelolaan-jurnal-ilmiah.pdf

Related Articles

  1. Cognitive-Decision-Making Issues for Software Agents
  2. Kelebihan dan Kekurangan Peer To Peer dan Client Server
  3. Intelligent Agent Architecture for Digital Library
  4. VRML and JAVA 3D: a Comparison
  5. Active Database for Real-Time Computing
  6. Teknik Konfigurasi LAN di Windows
  7. Linux dan Bisnis Model Open Source
  8. Dari Antartika hingga Terbang ke Mars
  9. Knowledge Sharing Research Centre
  10. ATutor, CMS untuk Online Learning
  11. Jangan Sinis Dulu dengan Proyek Plat Merah
  12. Eclipse, Open Source IDE Java dari IBM
  13. Serial Dokumentasi WinBi
  14. Roadmap Perpustakaan Digital Iptek
  15. Teknologi Informasi di Indonesia
  16. Fan Traps
  17. Proyek JXTA
  18. WinBI-NG: Solusi Desktop Aman (Secure Desktop)
  19. Keamanan Sistem Informasi Berbasis Internet
  20. Penerapan “Creating Knowledge” Menjadi Model “The Knowing Organization”: Studi Kasus PDII-LIPI