Mengapa PHPMaker Bisa Men-generate Kode PHP dengan Sangat Cepat?

Author: · Published: August 22, 2014 · Category: Pemrograman PHP 

Salah satu alasan mengapa PHPMaker dapat menghasilkan Aplikasi Web dengan cepat adalah karena PHPMaker itu sendiri dapat membangkitkan (generate) ratusan atau bahkan sampai ribuan kode PHP dalam satu file dengan sangat cepat. Rata-rata satu file .php dapat dihasilkan kurang atau sama dengan satu detik. Jumlah baris kode yang bisa mencapai ratusan atau bahkan ribuan itu tentu saja tergantung kepada jumlah Field dalam sebuah Table atau View di Database. Semakin sedikit jumlah Field, maka akan semakin cepat pulalah kode PHP dihasilkan.

Mungkin di antara Anda ada yang heran atau bertanya, Mengapa PHPMaker men-generate kode sampai mencapai ratusan atau ribuan baris jumlahnya di dalam satu file .php? Mengapa tidak menggunakan pola PHP Framework saja, di mana ada pemisahan antara kode yang ditulis oleh Web Developer dengan kode PHP yang terdapat di sisi Framework-nya sendiri?

Perlu untuk kita ketahui, bahwa sebenarnya PHPMaker sudah memisahkan antara kode yang ditulis oleh Web Developer melalui fitur Server Events, Client Scripts, Custom Templates, dan Custom Files, dengan kode yang dihasilkan oleh PHPMaker itu sendiri. Artinya, PHPMaker sebenarnya pun sudah menerapkan konsep pemakaian PHP Framework. Yang membedakan adalah, PHPMaker membantu men-generate kombinasi kode dari PHP Framework yang dia gunakan dengan kode yang ditulis oleh Web Developer tadi.

PHPMaker memang menggunakan Object Oriented Programming (OOP) untuk kode PHP pada Aplikasi Web yang dihasilkannya. Meskipun demikian, PHPMaker juga menggunakan style Procedural dalam menyusun kode PHP. Kombinasi antara OOP dan Procedural dapat membuat Aplikasi Web menjadi lebih fleksibel ketika ingin dikostumisasi atau dikembangkan. Itulah mengapa akhirnya sebagian kode PHP yang terdapat di sisi PHP Framework yang digunakan oleh PHPMaker menjadi “disebarkan” ke dalam file-file .php yang dihasilkan olehnya.

Lebih detail lagi, hampir sebagian besar file .php yang dihasilkan oleh PHPMaker merupakan hasil pengembangan (extend) dari class Table atau class Page. Kode PHP yang merupakan hasil dari pengembangan class tersebut bisa sampai mencapai ratusan atau ribuan baris. Selebihnya, merupakan kode PHP yang berfungsi untuk menampilkan tampilan front-end Aplikasi Web, termasuk kode di beberapa Server Events dan Client Scripts (akan saya bahas pada artikel-artikel selanjutnya).

Kembali pada pertanyaan yang tercantum di judul artikel ini, Mengapa PHPMaker dapat menghasilkan kode PHP dengan sangat cepat? Sebagai gambaran saja, untuk satu file .php yang di dalamnya mengandung sampai 6 ribuan baris kode, dapat dihasilkan rata-rata hanya dalam waktu satu detik saja! Bandingkan jika pekerjaan seperti ini dikerjakan secara manual oleh Web Developer. Jadi, penasaran ingin tahu rahasianya? 🙂

Rahasianya, PHPMaker selalu menggunakan file Template Script yang sudah diproses sebelumnya oleh aplikasi PHPMaker. Jika file Template Script tersebut sudah ada, maka PHPMaker akan langsung menggunakan ulang Template Script tersebut untuk mempercepat pen-generate-an kode di skrip aplikasi web Anda. Jika file Template Script belum ada (biasanya ini terjadi hanya saat Web Developer baru pertama kali mengeksekusi PHPMaker setelah instalasi), maka PHPMaker akan meng-ekstrak file Template Script yang sebelumnya berasal dari file .zip.

File Template Script tadi berisi sekitar 80 sampai dengan 90 persen kode PHP yang akan dihasilkan oleh PHPMaker. Artinya, PHPMaker sudah menyediakan cache berisi Template Script yang sudah siap pakai, untuk selanjutnya dikompilasi oleh PHPMaker saat proses generate kode. Hal ini jugalah yang menyebabkan betapa cepatnya PHPMaker menghasilkan kode PHP dalam satu file. Bisa sampai ratusan atau bahkan ribuan baris kode PHP dihasilkan dalam satu detik. Sisanya sekitar 20 sampai dengan 10 persen dari Template Script tadi merupakan parameter dari Database yang dibaca oleh PHPMaker, seperti nama Tabel, Field, dan parameter-parameter terkait lainnya.

Lalu, bagaimana cara PHPMaker memahami file Template Script tadi? Nah, jawabannya adalah karena PHPMaker selalu berpedoman kepada sebuah file bernama control.xml di dalam Template-nya. Sesuai dengan namanya, file control.xml ini berisi urutan perintah-perintah untuk men-generate kode PHP ke setiap file .php yang sesuai dengan fungsinya. Konon, konsep seperti inilah yang memungkinkan Web Developer akhirnya dapat membuat Extensions di PHPMaker untuk mengubah atau menimpa fitur yang sudah ada, atau bahkan menambahkan fitur atau fungsi baru ke Aplikasi Web. Jadi, bisa disimpulkan bahwa file control.xml ini merupakan prosesor-nya PHPMaker dalam menghasilkan Aplikasi Web.

Contoh, untuk fungsi tambah data, PHPMaker akan menghasilkan kode PHP ke dalam file tersendiri yang berakhiran *add.php, untuk fungsi ubah data, menggunakan nama file yang berakhiran *edit.php, untuk fungsi hapus data, menggunakan nama file yang berakhiran *.delete.php, dan seterusnya. Tanda bintang tersebut dalam hal ini mewakili nama Tabel atau View di Database.

Sebagai gambaran menutup tulisan ini, hanya dibutuhkan waktu beberapa detik saja untuk men-generate kode PHP untuk Aplikasi Web dengan 50 Tabel di Database, dan jumlah Field di setiap Tabel kurang dari 20 Field. Bahkan, waktu tersebut bukan hanya untuk menghasilkan kode PHP saja, tapi sudah termasuk juga untuk menghasilkan kode di file-file lainnya seperti .css, .xml, .js, .txt, dan file-file pendukung lainnya yang digunakan oleh Aplikasi Web tersebut.

PHPMaker bukan sekedar untuk membuat kode PHP saja, tapi lebih dari itu!

Related Articles

  1. Mengenal User Code di PHPMaker
  2. PHPMaker = {PHP Code Generator + PHP Framework + CSS dan Javascript Framework}
  3. Menyisipkan Business Logic Saat Record Ditambah di Aplikasi Web dari PHPMaker
  4. Mengenal Custom Templates di PHPMaker
  5. Meng-override Style di Aplikasi Web yang Dihasilkan oleh PHPMaker
  6. Mengenal Custom Files di PHPMaker
  7. Mengenal Client Scripts di PHPMaker
  8. Mengenal Pengaturan View pada Table Setup di PHPMaker
  9. Mengenal Theme di Aplikasi Web yang Dihasilkan oleh PHPMaker
  10. Mengenal Pengaturan Add Page pada Table Setup di PHPMaker
  11. Mengenal Extensions di PHPMaker
  12. Mengenal Multi-Language Property Editor di PHPMaker
  13. Prinsip-prinsip Dasar dalam Membangun Aplikasi Web dengan PHPMaker
  14. Mengenal Custom Validation Function di PHPMaker
  15. Perbedaan Antara Static dan Dynamic User Levels di PHPMaker
  16. Mengenal Server Events di PHPMaker
  17. Mengenal Pengaturan Email Notification pada Table Setup di PHPMaker
  18. Mengenal Pengaturan Multi-Page pada Table Setup di PHPMaker
  19. Menyatukan Website Dengan Template
  20. Hal-hal Sepele yang Sering Dilupakan oleh Web Developer (Bagian 3)