Backup, Sebelum Lenyap

Author: · Published: May 28, 2009 · Category: Internet dan Web 

Suatu hari, saya menyalakan komputer untuk mengupdate blog tercinta. Ide sudah di otak, materi sudah di tangan. Tinggal menuliskannya saja. Setelah menyalakan komputer, saya segera membuka firefox tercinta dan masuk ke halaman login blog saya. Tetapi alangkah kagetnya saya karena bukan halaman login yang muncul melainkan halaman “404 Not found”. Wah,, saya bingung, kenapa bisa jadi kayak gini. Saya segera cek 000webhost (tempat saya hosting) dan segera cek file manager. Betapa kagetnya saya, ternyata semua file dan folder di situ hilang. Tidaakk.. Rasanya ingin pingsan.. Parahnya lagi, aku belum sempat backup. Saya ingin mengirim email protes kepada webhost, tetapi niat itu saya urungkan. Itu kan layanan gratisan, toh selama ini saya tidak dirugikan, malah diuntungkan. Lagipula mana mau mereka menanggapi. Akhirnya kejadian itu saya terima dengan lapang dada.

Cerita di atas menggambarkan betapa pentingnya backup itu. Backup sangat penting agar file maupun artikel-artikel blog kita masih selamat jika tiba-tiba terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Kebanyakan orang masih malas melakukan backup. Mereka berpendapat backup adalah sesuatu yang merepotkan dan menghabiskan banyak waktu. Padahal kenyataannya berbeda. Backup adalah pekerjaan yang mudah. Tidak dibutuhkan waktu yang lama untuk melakukannya. Bahkan anda bisa mengatur agar backup bisa dilakukan secara otomatis. Lalu bagaimana cara melakukan backup pada WordPress?

Saya akan memaparkan cara membackup sesuai dengan kasus saya diatas. Sekedar info, saya memakai WordPress versi 2.7.1. Untuk melakukan bacup, pilih Tools –> Export. Anda akan dibawa ke halaman export. Untuk options “Restrict Author” pilih saja All Authors. Kemudian klik “Download Export File”. Tombol ini akan menyimpan posting, pages, tag, kategori, dll. ke dalam XML File.

Kemudian untuk me-restore backup yang sudah kita lakukan lagi, gunakan menu Import. Di situ ada banyak pilihan restore. Karena kita tadi melakukan wordpress backup, maka kita pilih WordPress. Setelah itu pilih file XML yang kita download tadi. Kemudian klik tombol “Upload file and Import”. Dan, tadaaa,  posting anda kembali mejeng dengan cantiknya di blog tercinta.

Untuk alternatif, anda bisa menggunakan plugin WordPress Database Backup. Setelah anda mengaktifkan pugin ini, anda bisa mengaksesnya lewat menu Tools –> Backup. Di sana anda bisa mengatur apa saja yang akan di-backup. Selain itu Anda juga bisa memilih metode backup, apakah dengan meyimpan langsung ke komputer, mengirimfile backup via email, atau mengupload ke localhost. Anda juga bisa mengatur Scheduled Backup. Di sana disediakan opsi frequency backup. Untuk anda yang jarang ngeblog, pilih saja Once Weekly. Tetapi untuk anda yang setiap hari ngeblog saya sarankan memilih frekuensi yang lebih sering.

Related Articles

    None Found