Prinsip-prinsip Dasar dalam Membangun Aplikasi Web dengan PHPMaker

Author: · Published: October 18, 2014 · Category: Pemrograman PHP 

Membangun Aplikasi Web merupakan kegiatan yang gampang-gampang susah. Gampang jika sudah tahu trik dan celahnya. Susah jika kurang/tidak tahu bagaimana untuk memulai dan atau mengerjakannya. Kondisi yang terakhir sering dialami oleh sebagian besar Web Developer, khususnya yang masih pemula.

Tapi tunggu dulu, bukankah saya tadi mengatakan gampang-gampang susah? Bukankah tanpa disadari kita sering menggunakan istilah itu dalam kehidupan sehari-sehari? Coba perhatikan kembali dengan teliti. Ada dua kata gampang dan satu kata susah di sana. Lalu, apa artinya? Artinya adalah, masih lebih banyak gampangnya daripada susahnya. Masih ada nada optimis di sana, ‘kan?

Nah, saya hanya mau bilang, bahwa Anda sebagai Web Developer sangat beruntung jika menggunakan PHPMaker sebagai tools dalam membangun Aplikasi Web. Pekerjaan Anda menjadi jauh lebih gampang dikerjakan dan diselesaikan. Apalagi jika Anda menggunakan PHPMaker secara optimal. Oleh karena itu, sudah selayaknya Anda wajib mengetahui prinsip-prinsip dalam membangun Aplikasi Web dengan menggunakan PHPMaker.

Di artikel kali ini saya akan menyampaikan beberapa prinsip dasar yang penting Anda ketahui jika menggunakan PHPMaker supaya lebih optimal. Sayang sekali jika Anda menggunakan PHPMaker tapi tidak mengetahui prinsip-prinsip ini, sehingga dapat mengakibatkan terbengkalainya waktu yang Anda gunakan dalam fase pengembangan. Percuma saja jika Anda menggunakan tools secanggih, sehebat, dan sefleksibel PHPMaker, tapi tidak menerapkan prinsip-prinsip berikut ini.

  1. Prinsip Pertama: Gunakan Tables dan Views dari Database, Hindari Penggunaan Custom Views!

    PHPMaker selalu hanya mengekstrak object Tables dan Views dari Database Anda. PHPMaker akan menggunakan kedua object ini sebagai dasar untuk membuat kerangka kerja Anda dalam membangun Aplikasi Web. Itu artinya, object lain seperti Stored Procedures tidak bisa digunakan untuk menghasilkan object di dalam project PHPMaker Anda (meskipun mereka masih tetap bisa digunakan dengan cara memanggilnya melalui fitur Server Events).

    Sekalipun PHPMaker memberi kesempatan kepada Web Developer untuk dapat membuat Custom Views dari dalam project PHPMaker: usahakanlah untuk tetap selalu membuat Views dari dalam Database. Lalu, gunakan Views dari Database ini di dalam project Anda dengan cara mensinkronkan project PHPMaker Anda dengan struktur Database.

    Views yang dibuat di dalam Database memiliki keunggulan dibandingkan jika Anda membuatnya secara manual melalui fitur Custom Views. Jika Views mengalami perubahan, maka Anda tinggal mensinkronkan project Anda dengan struktur Database (hanya dibutuhkan waktu beberapa detik saja) dan hasilnya selalu akurat. Sementara jika menggunakan Custom Views, maka Anda harus memastikan dan menyesuaikan satu per satu Field secara manual. Hal ini tentu saja di samping membutuhkan waktu relatif lebih lama, faktor human-error-nya pun menjadi lebih besar.

  2. Prinsip Kedua: Jangan Pernah Mengubah Kode secara Langsung dari File yang Sudah Dihasilkan!

    Mengapa? Karena jika Anda mengubah kode secara langsung pada file yang sudah dihasilkan oleh PHPMaker, maka di samping akan membingungkan Anda sendiri (karena harus mencari-cari file yang akan diubah di antara ratusan atau bahkan ribuan file yang dihasilkan), kostumisasi atau modifikasi yang Anda lakukan tadi akan hilang dalam sekejap bak dibawa angin, karena akan ditimpa kembali oleh file yang akan dibangkitkan oleh PHPMaker pada waktu mendatang.

    Bayangkan jika modifikasi yang Anda lakukan itu sangat penting dan Anda tidak memiliki backup, maka semua usaha yang sudah Anda lakukan tadi menjadi sia-sia belaka. Betapa kecewanya Anda jika mengalami hal ini, bukan? Lalu apa solusinya? Tidak perlu khawatir. Cukup ikuti prinsip berikutnya di bawah poin ini.

  3. Prinsip Ketiga: Gunakan Server Events, Client Scripts, Custom Templates, dan Custom Files jika Ingin Memodifikasi Aplikasi Web Anda!

    Setiap kali Anda ingin memodifikasi Aplikasi Web yang akan dihasilkan oleh PHPMaker, maka selalu gunakan fitur Server Events, Client Scripts, Custom Templates, dan atau Custom Files dari dalam project PHPMaker Anda. Alasannya? Semua kostumisasi/modifikasi yang Anda lakukan dari fitur tadi, akan selalu otomatis tersimpan di dalam project PHPMaker Anda. Artinya? Anda tidak perlu lagi mengelolanya di tempat lain di luar project Anda. Anda juga dapat memanggilnya kembali jika Aplikasi Web Anda ingin diperbarui di waktu mendatang, cukup dengan membuka file project tadi.

    Hal yang lebih penting lagi adalah, setiap kode yang Anda tambahkan melalui fitur-fitur tadi akan dapat diketahui dengan mudah dan cepat hanya dengan melihat nama lokasi kode tersebut berada. Anda akan melihat nama lokasi kode tersebut dalam cetakan tebal (Bold). Artinya, Anda sebagai Web Developer dapat mempelajari sebuah project PHPMaker cukup dengan melihat kostumisasi yang terjadi di lokasi yang sudah diperbarui tadi. Dari sini, Anda dapat mengetahui business-logic apa saja yang sudah diterapkan.

  4. Prinsip Keempat: Jangan Ragu untuk Menggunakan Extensions pada Project PHPMaker Anda!

    Karena dengan menggunakan Extensions, Anda dapat menghemat waktu development sampai lebih dari 90%. Selain itu, Extensions di PHPMaker dapat digunakan untuk project PHPMaker Anda lainnya. Bahkan, Web Developer lainnya pun yang sama-sama menggunakan PHPMaker bisa saling berbagi Extensions PHPMaker yang mereka buat. Bayangkan!

    Perlu Anda ketahui, bahwa Extensions di PHPMaker sangat berguna dalam menambah, mengubah, atau bahkan menghilangkan fitur tertentu saat kode untuk Aplikasi Web Anda dibangkitkan oleh PHPMaker. Apalagi jika Anda memiliki beberapa project pengembangan Aplikasi Web yang sebagian besar fitur-fitur-nya memerlukan pengembangan yang sama.

  5. Prinsip Kelima: Usahakan Selalu Project PHPMaker Sinkron dengan Struktur Database Anda!

    Karena dengan selalu menjaga project PHPMaker Anda tetap sinkron dengan struktur Database yang terakhir, maka Aplikasi Web yang dihasilkan akan dapat dipastikan selalu berfungsi dengan baik. Selain itu, secara tidak langsung Anda menjadi tidak pernah lagi menunda-nunda pekerjaan jika Database mengalami perubahan sekecil apapun itu.

    Bayangkan jika antara Aplikasi Web yang dihasilkan oleh PHPMaker tidak sinkron dengan struktur Database Anda yang terakhir saat ini, maka tentu saja hal ini berpotensi akan menimbulkan error yang bersifat fatal. Hal ini bisa diatasi dengan selalu mensinkronkan antara project PHPMaker Anda dengan struktur Database yang digunakan oleh project tersebut.

  6. Prinsip Keenam: Selalu Generate Ulang SEMUA File Script dengan Menggunakan PHPMaker!

    Meskipun untuk beberapa kasus Anda dapat mengetahui hanya file-file tertentu saja yang harus di-generate ulang setiap kali Anda selesai melakukan kostumisasi/modifikasi dari project PHPMaker Anda, saya tetap menyarankan agar Anda selalu men-generate ulang semua file script tersebut dengan PHPMaker.

    Ini merupakan cara yang paling aman, sekaligus untuk memastikan bahwa project PHPMaker Anda valid dalam kondisi terakhir sebelum Anda menyimpan file project tersebut. Dalam banyak hal, sering kali karena tidak semua file script di-generate ulang, maka akan menyebabkan tidak berfungsinya beberapa halaman di Aplikasi Web Anda.

  7. Prinsip Ketujuh: Backup, Backup, dan Backup Selalu File Project PHPMaker Anda!

    Rasanya ini bukanlah sesuatu yang baru dan aneh di dunia IT. Ketika Anda sudah selesai bekerja, janganlah lupa untuk selalu membackup file project PHPMaker Anda ke lokasi lain. File project PHPMaker menjadi sesuatu yang sangat penting sekarang, karena Anda tidak dapat menghasilkan file project dari file-file script Aplikasi Web yang sudah dibangkitkan oleh PHPMaker.

    Meskipun PHPMaker secara standar selalu otomatis membackup file project PHPMaker Anda setiap kali Anda menyimpan perubahan pada file project tersebut, jangan pernah lupa untuk mengamankan (backup) file project PHPMaker Anda ke lokasi lain buat berjaga-jaga. Jangan sampai penyesalan datang terlambat hanya karena hal ini tidak Anda lakukan. Sering kali hal yang kelihatan sepele, tapi membawa dampak sangat besar jika tidak dilakukan.

Related Articles

  1. Mengenal Database Helper Class di PHPMaker
  2. Mengenal Field Setup di PHPMaker
  3. Mengenal Pengaturan General pada Table Setup di PHPMaker
  4. Mengenal Pengaturan Edit pada Table Setup di PHPMaker
  5. Mengenal Fitur Sinkronisasi di PHPMaker
  6. Mengenal Multi-Language Property Editor di PHPMaker
  7. Mengenal Pengaturan Audit Trail pada Table Setup di PHPMaker
  8. Mengenal User Code di PHPMaker
  9. Mengenal Custom Validation Function di PHPMaker
  10. Mengenal Custom Files di PHPMaker
  11. Mengenal Table Setup di PHPMaker
  12. Mengenal Pengaturan Delete pada Table Setup di PHPMaker
  13. Mengenal Pengaturan Email Notification pada Table Setup di PHPMaker
  14. Mengenal Extensions di PHPMaker
  15. Perbedaan Antara Static dan Dynamic User Levels di PHPMaker
  16. Mengenal Pengaturan View pada Table Setup di PHPMaker
  17. Menangani Hak Akses untuk Anonymous User dari PHPMaker
  18. Menyisipkan Business Logic Saat Record Ditambah di Aplikasi Web dari PHPMaker
  19. Pengaturan Password di Aplikasi Web yang Dihasilkan oleh PHPMaker
  20. Mengapa PHPMaker Bisa Men-generate Kode PHP dengan Sangat Cepat?