Hal-hal Sepele yang Sering Dilupakan oleh Web Developer (Bagian 2)

Author: · Published: October 24, 2014 · Category: Pemrograman PHP 

Hal sepele lainnya yang sering dilupakan oleh Web Developer dalam membangun sebuah Aplikasi Web adalah ketidakkonsistenan tampilan di sebuah halaman dengan halaman yang lainnya. Contoh, di halaman List yang menampilkan daftar Record dalam sebuah Tabel, ukuran huruf di dalam Tabel tersebut cenderung menjadi lebih kecil dibandingkan dengan di halaman View yang menampilkan satu Record per satu halaman.

Mungkin maksud si Web Developer supaya data yang berada di dalam Tabel dapat kelihatan seluruhnya ketika Pengguna pertama kali membuka halaman tersebut. Jadi, Pengguna tidak perlu melakukan scroll atau menggulung layar ke kanan dan ke bawah. Tapi sayangnya, kondisi ini justru menyulitkan Pengguna untuk membaca data di tabel tersebut. Maksudnya baik, tapi dilakukan dengan cara yang kurang tepat.

Selain itu, sering juga Web Developer mengabaikan kekonsitenan pemakaian jenis dan ukuran huruf di sebuah halaman. Contoh, di halaman List menggunakan huruf Verdana, sementara di halaman View menggunakan huruf Arial, di halaman lainnya lain lagi, demikian seterusnya. Bahkan, ukuran huruf pun sering tidak konsisten juga di antara halaman yang satu dengan di halaman lainnya.

Bayangkan jika hal ini terjadi di Aplikasi Web yang Anda bangun, bukankah si Pengguna menjadi pusing dan bingung, mengapa tampilannya tidak konsisten dan berbeda-beda. Itu baru ukuran dan jenis huruf. Belum lagi warna atau tema dari Aplikasi Web itu sendiri. Jika tidak dibuat konsisten antara halaman satu dengan lainnya, maka terkesan Aplikasi Web itu dibuat tanpa memiliki konsep tertentu.

Biasanya, penyebab hal ini adalah karena Web Developer tidak menggunakan pola kerja yang terstruktur. Mereka bekerja sesuai dengan keinginan masing-masing. Tidak direncanakan sejak awal mengenai tampilan antar muka yang seragam. Yang parahnya, jika setiap Web Developer membuat sesuai dengan seleranya masing-masing, maka hasilnya pun menjadi tidak baik.

Semua kondisi ini memang sepintas kelihatan sangat sepele, tapi dampaknya sangat berpengaruh kepada kenyamanan Pengguna yang setiap hari harus menggunakan Aplikasi Web tersebut. Seharusnya, Web Developer dapat memanfaatkan framework seperti Twitter Bootstrap atau jQuery UI atau yang lainnya untuk membuat tampilan di setiap halaman menjadi konsisten.

Beruntunglah Anda sebagai Web Developer jika menggunakan PHPMaker sebagai tools untuk membangun Aplikasi Web. Anda tidak perlu lagi repot-repot mengatasi masalah ketidakkonsistenan tampilan tadi. Mengapa? Karena PHPMaker sudah menyertakan CSS dan Javascript Framework untuk membuat tampilan Aplikasi Web menjadi lebih konsisten, bagus, dan nyaman untuk dilihat dan digunakan.

PHPMaker menggunakan Twitter Bootstrap sebagai CSS Framework-nya. PHPMaker juga sudah menyediakan library Javascript khusus untuk mendukung fitur-fitur hebat di Aplikasi Web yang dihasilkannya, seperti: Grid-Add, Grid-Edit, Master/Multiple-Detail, Preview Row Overlay, Scrolling Table, Popup Modal, dan masih banyak lagi.

Sekalipun demikian, Anda sebagai Web Developer masih dapat mengkostumisasi tampilan Aplikasi Web tersebut sesuai keinginan Anda melalui fitur Custom Templates, Custom Files, Client Scripts, dan Extensions.

Waktu pengembangan yang Anda gunakan pun dapat menjadi dihemat dengan signifikan jika menggunakan PHPMaker. Anda sebagai Web Developer cukup hanya berkonsentrasi untuk fokus pada pengimplemntasian business-logic dan business-process. Urusan teknis cukup Anda serahkan kepada PHPMaker.

Related Articles

    None Found